

Ruang Rapat Utama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga menjadi saksi momen hangat penyambutan dan apresiasi bagi para mahasiswa delegasi misi budaya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Seluruh delegasi telah menyelesaikan tugas membawa nama almamater dan Indonesia di kancah internasional dalam ajang 8th International PEARL UNESCO GNLC Festival 2026 yang berlangsung di Thailand.

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Dekan FTIK UIN Salatiga Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Kepala Bagian FTIK Muh. Amin, Kasubtim Kepegawaian, Umum, dan Keuangan Rina Wahyu Andari, S.Pd.I., serta Kasubtim Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Budi Setiyarini, A.Md. Suasana apresiatif makin terasa dengan hadirnya jajaran Tenaga Kependidikan FTIK, dosen pendamping delegasi Dewi Wulandari, M.Sn. dan Mas Odi, serta seluruh mahasiswa peserta delegasi budaya yang disambut hangat oleh pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, Dekan FTIK UIN Salatiga Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian dan kerja keras seluruh delegasi. Beliau menekankan bahwa para mahasiswa tidak sekadar memperagakan tarian atau busana adat di panggung internasional, melainkan hadir sebagai duta yang membawa nama besar Indonesia serta FTIK UIN Salatiga. Mahasiswa berangkat sebagai pelajar dan pulang membawa inspirasi berharga, sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa FTIK mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, berbudaya, serta berwawasan global. Guna memotivasi para peserta, Prof. Rasimin turut menyampaikan berbagai pesan filosofis mendalam. Beliau mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 tentang semangat li ta’arofu atau saling mengenal antarumat manusia melalui pertukaran budaya. Selain itu, beliau menguraikan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha untuk memberi teladan di depan, Ing Madya Mangun Karsa untuk saling menginspirasi di tengah kebersamaan, dan Tut Wuri Handayani untuk memberikan dorongan positif dari belakang. Beliau melengkapi nasihatnya dengan kearifan filosofi gajah agar mahasiswa melihat persoalan secara utuh, filosofi sapu lidi sebagai simbol kekuatan persatuan, filosofi pohon pisang yang terus memberi manfaat bagi sesama, serta filosofi mengendarai sepeda ontel yang mengajarkan bahwa untuk menjaga keseimbangan hidup seseorang harus terus bergerak maju.




Sebagai wujud syukur dan penghormatan atas prestasi yang ditorehkan, acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan piala penghargaan serta penyerahan sertifikat internasional secara simbolis dari perwakilan delegasi mahasiswa kepada pimpinan FTIK UIN Salatiga yang diterima langsung oleh Dekan. Tidak hanya itu, pihak fakultas juga memberikan cinderamata apresiasi kepada seluruh mahasiswa peserta delegasi budaya sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan perjuangan mereka di tingkat internasional.Mengakhiri rangkaian acara, Dekan menyampaikan apresiasi khusus kepada tim dosen pendamping serta tim media seperti Mas Geri yang aktif membagikan momen-momen kegiatan ini di media sosial. Beliau berharap capaian ini makin memperkokoh pengakuan internasional FTIK UIN Salatiga di kawasan Asia Tenggara, sekaligus memicu semangat fakultas untuk tidak hanya mengirimkan utusan ke luar negeri, tetapi juga menjadi tuan rumah bagi festival budaya internasional di masa mendatang. Acara diakhiri dengan suasana kekeluargaan melalui sesi ramah tamah dan foto bersama.