September 17, 2026

SALATIGA – Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kemampuan menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah yang berkualitas. Upaya tersebut dilakukan melalui Kuliah Tamu Program Studi Tadris IPA FTIK UIN Salatiga dengan tema “Tips Menulis Artikel Ilmiah Pendidikan IPA Berbasis Rasch Model yang Mudah Diterima Jurnal”, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung KH. Ahmad Dahlan UIN Salatiga tersebut menghadirkan Bambang Sumintono, Ph.D., pakar Rasch Model, sebagai narasumber. Kuliah tamu diikuti oleh mahasiswa Program Studi Tadris IPA, khususnya mahasiswa semester 5 dan 7.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tindak lanjut dan implementasi dari Seminar Nasional Inovasi Assessment Pendidikan IPA Berbasis Rasch Model sebagai Fondasi Pembelajaran Mendalam di Era Transformasi Digital yang juga diselenggarakan Program Studi Tadris IPA pada hari yang sama.

Dari Seminar Menuju Praktik

Ketua Program Studi Tadris IPA UIN Salatiga, Dr. Peni Susapti, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kuliah tamu tersebut menjadi kelanjutan dari seminar nasional yang sebelumnya telah diikuti oleh mahasiswa dan para pendidik.

Jika seminar nasional memberikan pemahaman mengenai konsep dan pentingnya Rasch Model dalam assessment pendidikan, kuliah tamu ini diarahkan untuk membawa mahasiswa pada tahap yang lebih praktis, khususnya dalam pemanfaatan hasil analisis Rasch Model untuk penyusunan artikel ilmiah.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dan implementasi dari seminar nasional. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep Rasch Model, tetapi juga diarahkan untuk dapat menggunakannya dalam penelitian dan menuangkannya menjadi artikel ilmiah,”

Menurutnya, kemampuan melakukan analisis data perlu berjalan beriringan dengan kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian melalui tulisan ilmiah. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu melakukan penelitian, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghasilkan karya akademik yang dapat dipublikasikan.

Bambang Sumintono, Ph.D. Peragakan Analisis Secara Langsung

Dalam kuliah tamu tersebut, beliau tidak hanya menyampaikan materi secara konseptual. Ia memperagakan secara langsung tahapan analisis menggunakan data hingga menghasilkan informasi yang dapat diinterpretasikan untuk kepentingan penelitian.

Peserta diajak melihat proses secara bertahap, mulai dari input data, pengolahan dan analisis data menggunakan Rasch Model, hingga membaca serta menginterpretasikan hasil analisis.

Pendekatan praktik langsung tersebut membuat mahasiswa dapat melihat bagaimana data penelitian yang semula masih berupa data mentah dapat diolah menjadi informasi yang memiliki makna akademik.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada cara membaca hasil analisis, sehingga tidak berhenti pada kemampuan menjalankan perangkat atau menghasilkan tabel dan grafik. Hasil analisis perlu dipahami dan diinterpretasikan secara tepat agar dapat menjadi bagian penting dalam penulisan artikel ilmiah.

Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai hubungan antara data penelitian, analisis Rasch Model, interpretasi hasil, dan penyusunan artikel ilmiah.

Membekali Mahasiswa Menuju Publikasi

Kuliah tamu ini menjadi ruang pembelajaran yang relevan bagi mahasiswa semester 5 dan 7, terutama dalam mempersiapkan tugas penelitian, penyusunan tugas akhir, maupun publikasi ilmiah.

Pemanfaatan Rasch Model memberikan peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian di bidang pendidikan IPA, khususnya dalam kajian assessment dan pengukuran kemampuan peserta didik.

Dengan menghadirkan praktisi dan pakar Rasch Model secara langsung, Program Studi Tadris IPA berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dalam mengolah dan membaca data penelitian.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Tadris IPA FTIK UIN Salatiga dalam membangun budaya akademik berbasis penelitian. Mahasiswa didorong untuk menjadikan data sebagai dasar dalam menghasilkan karya ilmiah yang sistematis, sekaligus mampu mengkomunikasikan hasil penelitian secara akademik.

Melalui kuliah tamu tersebut, pemahaman mengenai Rasch Model yang sebelumnya diperoleh dalam seminar nasional kemudian diterjemahkan ke dalam praktik. Dari data, menjadi analisis; dari analisis, menjadi interpretasi; dan dari interpretasi, menjadi bahan untuk membangun artikel ilmiah yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *