SEMINAR NASIONAL AKRASA 2026 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Salatiga

Pada Hari Kamis, 04 Juni 2026 telah dilaksanakan Seminar Nasional dengan tema “Revitalisasi Seni dan Budaya Berbasis Nilai-Nilai Islam Nusantara untuk Membentuk Generasi Kreatif dan Berkarakter” yang diselenggarakan oleh Program Studi PGMI UIN Salatiga dan peserta nya dihadiri oleh seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dan prodi UIN salatiga.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia AKRASA 2026, Aziz Wiratama. yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai wadah pengembangan kreativitas, bakat, serta pelestarian seni dan budaya mahasiswa PGMI UIN Salatiga. Rangkaian kegiatan AKRASA 2026 meliputi Seminar Nasional, Lomba Tingkat Nasional dan Kota, serta penampilan seni dan pameran mahasiswa PGMI. Ketua panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan.

Selanjutnya, sambutan dari Ketua Umum HMPS PGMI UIN Salatiga, Neisya Agustin Himatul Karimah. yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta, narasumber, dan tamu undangan. Beliau berharap kegiatan seminar dapat memberikan wawasan serta manfaat bagi mahasiswa.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Program Studi PGMI UIN Salatiga, Ibu Dr. Hesti Ariestina, M.Pd. yang mewakili Ketua Program Studi PGMI. Dalam sambutannya, beliau mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan seminar sebagai sarana menambah ilmu, pengalaman, dan pengembangan diri.

Seminar Nasional menghadirkan narasumber Aminudin Latif, S.Pd.I (Anggota DPRD Komisi E Jawa Tengah) yang menyampaikan materi tentang Seni Budaya Islam Nusantara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa seni budaya Islam Nusantara merupakan perpaduan antara nilai Islam dengan budaya lokal yang berkembang di Indonesia. Penyebaran Islam di Nusantara dilakukan melalui pendekatan budaya yang damai dan menghargai tradisi masyarakat.

Beliau juga menjelaskan peran Walisongo dalam menyebarkan Islam melalui strategi dakwah yang bijaksana dan adaptif. Generasi muda diharapkan dapat melestarikan seni budaya daerah seperti karawitan, rebana, tari tradisional, dan kesenian lokal lainnya sebagai identitas bangsa.

Selain itu, perkembangan teknologi digital menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pelestarian budaya. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media promosi dan pengembangan seni budaya agar lebih dikenal masyarakat luas, tanpa menghilangkan nilai dan makna budaya tersebut.

Dalam bidang pendidikan, beliau menyampaikan pentingnya mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Guru diharapkan mampu menjadi teladan, inspirator, dan motivator bagi peserta didik dalam mengembangkan kreativitas serta karakter.

Di akhir kegiatan, narasumber menyampaikan pesan kepada mahasiswa agar tidak minder menjadi guru MI dan terus mengembangkan potensi diri. Beliau menegaskan bahwa seni budaya merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang kreatif, berkarakter, dan mencintai identitas Islam serta budaya Indonesia.