OPEN SPACE 2026

Pada hari Jum’at, tanggal 10 April 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 FTIK UIN Salatiga telah dilaksanakan kegiatan Open Space dengan tema “Dari Ruang Kelas ke Ruang Baca untuk Generasi Kritis” yang mengangkat topik “Kampus UIN: Mencetak Sarjana Siap Kerja atau Lulusan yang Kurang Kompeten di Dunia Kerja”.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang diskusi yang konstruktif serta menambah wawasan mahasiswa terkait kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.

Acara pembukaan berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh peserta yang antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Susunan acara berlangsung secara khidmat dan tertata, dimulai pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Memasuki sesi sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ketua Panitia , Ketua Umum HMPS PGMI dan Ibu Kaprodi.

Dalam sambutannya, ketua panitia Naziva Tuhfatul Atfal menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan baru serta mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, kritis, dan terbuka terhadap berbagai isu pendidikan dan dunia kerja. Dalam sambutannya, Ketua HMPS PGMI Neisya Himatul Karimah menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta, khususnya sebagai wadah untuk berdiskusi dan bertukar pikiran antar mahasiswa. Beliau juga menekankan bahwa ilmu tidak hanya diperoleh di dalam kelas, tetapi juga dapat didapatkan melalui pengalaman dan aktivitas di luar kelas. Ibu Kaprodi Wulan Izzatul Himmah, M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan Open Space atau forum diskusi merupakan wadah penting yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Beliau menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan berdiskusi di luar kelas sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta kepekaan sosial mahasiswa. Sebagai penutup, diakhiri dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Memasuki acara inti, Kak M. Rizky Ariyadi, sebagai pemateri menyampaikan pentingnya membangun generasi kritis melalui pemanfaatan ruang diskusi di luar kelas. Disampaikan bahwa lulusan UIN saat ini masih menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja, seperti proses adaptasi yang relatif lebih lama, keterbatasan pengalaman praktis, serta persaingan yang semakin ketat dengan lulusan dari berbagai latar belakang. Selain itu, masih terdapat stigma dari sebagian pihak industri yang memandang lulusan institusi keagamaan kurang kompeten, sehingga menjadi tantangan bersama yang perlu diatasi.

Lebih lanjut, kak Rizky menekankan pentingnya penguatan kompetensi mahasiswa melalui kurikulum yang adaptif, pengembangan soft skills, serta keterlibatan dalam pengalaman nyata seperti kegiatan magang dan kewirausahaan. Disampaikan pula bahwa kesiapan kerja tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan, tetapi juga memerlukan inisiatif dari mahasiswa itu sendiri, seperti mengembangkan keterampilan di luar perkuliahan, membangun personal branding, serta memperluas jaringan profesional. Dengan adanya sinergi antara kampus, mahasiswa, dan dunia industri, diharapkan lulusan UIN mampu menjadi individu yang kompeten dan memiliki daya saing tinggi.

Sesi perdebatan berlangsung dengan pembagian dua sudut pandang, yaitu pihak pro dan kontra. Pihak pro berpendapat bahwa kampus UIN telah mampu mencetak lulusan yang siap kerja karena dibekali ilmu akademik, nilai keislaman, serta karakter yang baik.Sementara itu, pihak kontra menyampaikan bahwa masih banyak lulusan UIN yang dinilai kurang kompeten di dunia kerja. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengalaman praktis, kurangnya penguasaan soft skills, serta adanya stigma dari dunia industri terhadap lulusan institusi keagamaan.Perdebatan ini mengarah pada kesimpulan bahwa permasalahan bukan semata terletak pada kualitas kampus atau mahasiswa saja, melainkan pada belum optimalnya sinergi antara kurikulum pendidikan, kebutuhan dunia kerja, dan kesiapan individu mahasiswa. Dengan demikian, lulusan UIN memiliki potensi besar untuk menjadi sarjana yang kompeten dan siap kerja, asalkan didukung oleh penguatan kompetensi, pengalaman nyata, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang lebih kritis, aktif, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.