Mahasiswa UIN Salatiga Gelar Edukasi Literasi Tubuh dan Perlindungan Diri bagi Siswa MIN 1 Magelang

Magelang, 23 Oktober 2026 — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Aku dan Diriku: Edukasi Literasi Tubuh dan Menjaga Diri Sejak Dini” di MIN 1 Magelang pada Jumat (23/10/2026) pukul 09.00 WIB – 11.00. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas VI mengenai pentingnya mengenali diri, menjaga batasan tubuh, serta melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan, baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital.
Kegiatan ini menghadirkan Khulatul Lutfiah, M.Pd.I., selaku dosen dan Aisya Kinza Tsabitha Putri selaku mahasiswa sebagai pemateri. Selain itu, kegiatan pengabdian ini turut melibatkan mahasiswa sebagai pelaksana, yakni Devi Kurnia Sari, Valya Audia Jihan Sahiroh, Hanifah Fuji Trisnani, Fitrotid Durosatin Nuril Ngulya, Muetya Puspa Insani, Muetya Puspa Insani, Ragil Afrokhah Istiana, dan Rini Nur Rismawati. Materi disampaikan secara edukatif dengan bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang menarik agar mudah dipahami oleh peserta didik. Dalam pemaparannya, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan, meliputi kekerasan fisik, verbal, mental, seksual, dan digital. Melalui materi tersebut, siswa diajak mengenali tindakan yang dapat membahayakan diri serta memahami pentingnya menghormati diri sendiri dan orang lain.
Selain itu, edukasi juga mencakup literasi tubuh dan perlindungan diri. Siswa diberikan pemahaman bahwa setiap anak memiliki hak atas keamanan, privasi, dan batasan tubuhnya. Mereka juga diajak untuk berani mengatakan “tidak” terhadap tindakan yang membuat tidak nyaman, menjauh dari situasi berbahaya, serta melaporkan kejadian kepada orang dewasa yang dapat dipercaya. Tidak hanya berfokus pada perlindungan diri di lingkungan sekitar, kegiatan ini juga membahas pentingnya menjaga keamanan saat menggunakan internet. Siswa diingatkan agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, mengirimkan foto pribadi kepada orang yang tidak dipercaya, maupun menanggapi ajakan mencurigakan melalui media sosial atau permainan daring.

Untuk memperkuat pemahaman peserta didik, pemateri memperkenalkan prinsip 3M, yaitu Menolak, Menjauh, dan Melapor. Prinsip ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan diri. Siswa juga diberikan pemahaman bahwa meminta pertolongan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan langkah berani untuk menjaga keselamatan diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MIN 1 Magelang semakin memahami pentingnya menjaga diri, menghormati batasan pribadi, serta memiliki keberanian untuk mencari bantuan ketika mengalami atau melihat tindakan kekerasan. Edukasi literasi tubuh sejak dini menjadi salah satu upaya untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi akademisi dan mahasiswa UIN Salatiga dalam meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan anak melalui edukasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhan peserta didik. Dengan pengetahuan yang tepat, anak diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, menghargai diri sendiri, dan peduli terhadap keselamatan orang lain.