Salatiga – Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional dan Ekspo Media Bimbingan dan Konseling pada Sabtu (27/6/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Auditorium Student Center UIN Salatiga tersebut menghadirkan para akademisi dan praktisi bimbingan dan konseling dari dalam maupun luar negeri untuk membahas isu-isu strategis perkembangan profesi guru BK di era global.
Mengusung tema besar “Arah dan Kebijakan ABKIN dalam Pendampingan Guru BK Terdampak Hukum”, konferensi ini menjadi wadah akademik sekaligus forum diskusi bagi para guru BK, dosen, mahasiswa, dan pengurus organisasi profesi untuk memperkuat kapasitas serta profesionalisme konselor di tengah dinamika perubahan zaman.
Empat narasumber hadir memberikan perspektif yang komprehensif dalam konferensi tersebut, yaitu Dr. Augusto Da Costa, dosen Guidance and Counseling Instituto Superior Cristal, Timor-Leste; Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang; Dr. Lilik Sriyanti, M.Si., dosen BKPI UIN Salatiga sekaligus Founder Talenta Kids Salatiga; serta Dr. Edris Zamroni, M.Pd., Sekretaris Pengurus Daerah ABKIN Jawa Tengah yang juga menjabat Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muria Kudus.
Dalam pemaparannya, Dr. Augusto Da Costa mengangkat tema “Tantangan Konselor di Era Global dalam Pusaran AI”, yang menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi profesi konselor. Sementara itu, Prof. Dr. Edy Purwanto menyampaikan materi “Menjadi Guru BK Profesional”, yang menekankan pentingnya kompetensi, integritas, serta kemampuan adaptasi guru BK dalam menjawab tuntutan pendidikan masa kini.
Selanjutnya, Dr. Lilik Sriyanti membahas “Revitalisasi Guru BK pada Sekolah Inklusif”, yang menggarisbawahi peran strategis guru BK dalam mewujudkan layanan konseling yang ramah terhadap keberagaman peserta didik. Adapun Dr. Edris Zamroni memaparkan materi “Arah dan Kebijakan Pendampingan Guru BK dalam Bingkai ABKIN”, yang memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah organisasi profesi dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada guru BK yang menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Selain konferensi internasional, panitia juga menyelenggarakan sejumlah agenda penting, antara lain penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarperguruan tinggi, Ekspo Media Bimbingan dan Konseling yang menampilkan berbagai inovasi media layanan BK hasil karya mahasiswa serta Pelantikan Pengurus Cabang ABKIN se-Eks Karesidenan Semarang.
Pelantikan Pengurus Cabang ABKIN Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Semarang dilantik oleh Ketua PD ABKIN Jawa Tengah, Kusnarto Kurniawan, M.Pd., menjelaskan pentingnya memahami peran dan fungsi sebagai pengurus ABKIN dengan tugas utama untuk meningkatkan kualitas ABKIN di masing-masing daerah.
Kegiatan ini diikuti sekitar 450 peserta yang berasal dari berbagai unsur, meliputi guru Bimbingan dan Konseling se-Kota Salatiga, perwakilan guru BK dari Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, serta mahasiswa Program Studi BKPI UIN Salatiga.
Ketua Program Studi BKPI UIN Salatiga, Dr. Wahidin, M.Pd., menjelaskan bahwa konferensi ini didedikasikan sebagai ruang penguatan kompetensi bagi guru BK maupun mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan keilmuan bimbingan dan konseling yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru BK dan mahasiswa memiliki bekal pengetahuan yang memadai mengenai perkembangan keilmuan bimbingan dan konseling, sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan tugas secara profesional, inovatif, adaptif, dan memiliki kepekaan terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.
Konferensi Internasional dan Ekspo Media Bimbingan dan Konseling secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan FTIK UIN Salatiga, Dr. Fathurrahman, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat, terutama dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital dan perubahan karakter peserta didik serta orang tua.
Menurutnya, guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling, dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini. Oleh karena itu, forum ilmiah seperti konferensi internasional ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat profesionalisme guru BK dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa depan.
