Salatiga – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan di tingkat madrasah. Salah satu bentuk nyata kegiatan tersebut diwujudkan melalui Pendampingan Madrasah Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga yang dilaksanakan di MTs Ma’arif NU 01 Salatiga, pada Rabu, 23 September 2026.
Kegiatan pendampingan ini mengangkat tema penguatan kompetensi guru dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), khususnya pada mata pelajaran matematika, serta pengembangan kemampuan literasi data dan numerasi sebagai bagian penting dalam pembelajaran matematika modern.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 7 orang guru MTs Ma’arif NU 01 Salatiga dan mendapatkan sambutan positif dari pihak madrasah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTs Ma’arif NU 01 Salatiga, Kenang Agus Mulyadi, S.H.I., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara madrasah dengan Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Winarno, S.Si., M.Pd., Sekretaris Program Studi Tadris Matematika, Muhamad Gani Rohman, M.Pd., serta tim dosen pengabdian yang terdiri dari Dr. Enika Wulandari, M.Pd., Wulan Izzatul Himmah, S.Pd., M.Pd., dan Yusrina Nur Dianati, M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika UIN Salatiga sebagai bagian dari penguatan peran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Penguatan Pemahaman Guru terhadap Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Dalam kegiatan pendampingan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep, tujuan, karakteristik, serta strategi pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Materi pelatihan menjelaskan bahwa TKA merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Melalui asesmen ini, peserta didik diarahkan untuk memiliki kemampuan memahami konsep, menerapkan pengetahuan, serta mengembangkan kemampuan bernalar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan akademik.
Pada jenjang SMP/MTs, mata pelajaran yang menjadi bagian dalam pelaksanaan TKA meliputi Bahasa Indonesia dan Matematika. Oleh karena itu, pendampingan kepada guru menjadi bagian penting agar proses pembelajaran di madrasah dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta mampu meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi asesmen tersebut.

Dalam sesi penyampaian materi, Dr. Enika Wulandari, M.Pd. memberikan pemaparan terkait strategi menghadapi TKA SMP/MTs, terutama dalam memahami bentuk soal, penyusunan strategi pembelajaran, serta pengembangan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis pemahaman dan penalaran.
Peserta juga diberikan contoh perangkat soal TKA yang menekankan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Soal-soal tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, mengaplikasikan, dan bernalar dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai bentuk asesmen, tetapi juga mendapatkan gambaran bagaimana mengembangkan pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Peningkatan Literasi Data dan Numerasi sebagai Kompetensi Pembelajaran Abad 21
Selain materi mengenai TKA, kegiatan pendampingan juga menghadirkan penguatan mengenai literasi data dan numerasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Winarno, S.Si., M.Pd.
Dalam pemaparannya, Prof. Winarno menekankan bahwa kemampuan numerasi tidak hanya berkaitan dengan keterampilan melakukan operasi hitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi kuantitatif, membaca data, menganalisis pola, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

Penguatan literasi data menjadi semakin penting karena peserta didik saat ini dihadapkan pada berbagai informasi berbasis angka dan data dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu diarahkan agar peserta didik mampu menghubungkan konsep matematika dengan konteks nyata.
Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan penguatan kemampuan akademik peserta didik melalui asesmen yang objektif dan terstandar. TKA sendiri bertujuan memberikan penguatan terhadap capaian akademik murid melalui pengukuran yang lebih objektif dan terstandar.
Sinergi Pengabdian Dosen dan Mahasiswa melalui Program “Deret Angka”
Kegiatan pendampingan madrasah ini juga menjadi bagian dari sinergi dengan program pengabdian mahasiswa HMPS Tadris Matematika UIN Salatiga melalui program “Deret Angka”.
Program tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Tadris Matematika dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan mengabdi dan mengajar di sekolah tingkat SMP/MTs. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak langsung bagi dunia pendidikan.
Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik pengabdian sekaligus kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan pendidikan. Sementara itu, madrasah memperoleh dukungan akademik berupa pendampingan, penguatan kompetensi guru, serta berbagi pengetahuan terkait perkembangan pembelajaran matematika.
Membangun Kolaborasi Berkelanjutan antara Perguruan Tinggi dan Madrasah
Kegiatan Pendampingan Madrasah Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga di MTs Ma’arif NU 01 Salatiga menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, memperkuat kapasitas guru, serta mendukung madrasah dalam menghadapi berbagai perkembangan kebijakan dan kebutuhan pendidikan.
Kolaborasi yang terbangun antara dosen, mahasiswa, dan guru madrasah diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program inovatif lainnya sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Salatiga dan sekitarnya.