Salatiga – Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga menggelar seminar bertema “Bedah Tuntas Tes Kemampuan Akademik (TKA) Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs dan SMA/SMK/MA” pada Selasa, 28 April 2026, di Auditorium Lantai 3 FTIK. Kegiatan ini diikuti mahasiswa, alumni, serta guru matematika sebagai upaya memperkuat pemahaman terhadap asesmen nasional berbasis kompetensi.
Ketua Prodi Tadris Matematika, Prof. Dr. Winarno, M.Si., menegaskan bahwa TKA tidak sekadar alat evaluasi, melainkan cerminan kualitas pembelajaran. Ia mendorong calon pendidik untuk memahami asesmen berbasis penalaran dan mengembangkan strategi pembelajaran yang selaras dengan tuntutan zaman.
Seminar dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan FTIK, Dr. Fatchurrohman, M.Pd., yang menekankan pentingnya pergeseran paradigma pembelajaran dari hasil ke proses berpikir mendalam. Menurutnya, TKA memiliki peran strategis dalam memetakan capaian akademik siswa sekaligus mendukung seleksi ke jenjang pendidi
kan lebih tinggi.
Pada sesi pertama, Prof. Dr. Dr. Wardono, M.Pd. menjelaskan TKA sebagai asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik secara objektif. Meski tidak wajib, TKA dinilai penting untuk menyetarakan kemampuan siswa dari berbagai latar belakang. Materi yang diujikan mencakup aspek numerasi dari tingkat dasar hingga lanjutan, dengan penekanan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).

Sesi kedua oleh Muhammad Yasin Al Amin mengulas strategi menghadapi TKA, termasuk pemahaman level kognitif—pengetahuan, aplikasi, dan penalaran. Ia juga menyoroti tantangan seperti dominasi hafalan, keterbatasan penyusunan soal HOTS, dan kesenjangan kemampuan siswa. Solusi yang ditawarkan meliputi pembelajaran berbasis masalah, latihan soal kontekstual, try out berkala, serta pengembangan bank soal terstandar.
Seminar ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara siswa, guru, dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. TKA diposisikan sebagai instrumen reflektif yang mendorong pembelajaran lebih bermakna, dengan orientasi pada penguatan berpikir logis, kritis, dan adaptif.




