Best Practices Praktik Pembelajaran Induktif oleh Mahasiswa Tadris Matematika

Salatiga – Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga terus berkomitmen dalam mengembangkan teaching skill mahasiswa calon guru melalui inovasi lingkungan belajar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu wujud nyata dari komitmen ini adalah diseminasi atas keberhasilan mahasiswa dalam mengimplementasikan model pembelajaran induktif pada mata kuliah Microteaching.

Best practices praktik mengajar diperankan oleh Rizqi Retno Asih, mahasiswa angkatan 2022 yang mengimplementasikan pembelajaran induktif, sebuah pendekatan yang berfokus pada penemuan konsep oleh siswa melalui sekumpulan data untuk ditafsirkan, studi kasus untuk dianalisis, atau masalah dunia nyata untuk dipecahkan. Berbeda dengan metode konvensional, mahasiswa ditantang untuk berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa menemukan konsep.

Dalam praktiknya, Rizqi Retno Asih juga mengintegrasikan teknologi pembelajaran melalui penggunaan platform wordwall, google form, canva,  . Hal ini membuktikan bahwa calon guru matematika kita tidak hanya menguasai konten, tetapi juga mahir dalam dimensi teknologi dan pedagogi (TPACK). Rizqi juga menerapkan diferensiasi pembelajaran melalui desain LKPD dan asesmen untuk siswa dengan kemampuan sedang dan tinggi.

Salah satu dosen pengampu mata kuliah Microteaching, Enika Wulandari, M.Pd. mengapresiasi karya mahasiswa dan menyatakan bahwa keterampilan guru calon guru matematika perlu terus dikembangkan. Dengan menerapkan pembelajaran induktif sesuai dengan karakteristiknya diharapkan agar mendukung retensi penguasaan konsep yang lebih lama, mendukung keaktivan dan hasil belajar siswa,” ungkapnya. Ketua Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Winarno,.S.Si., M.Pd. menyatakan kebanggaan terhadap karya para mahasiswa tersebut. Kami juga sepenuhnya mendukung inisiatif dosen dalam rangka mengembangkan keterampilan mengajar mahasiswa sebagai calon guru matematika, pungkasnya.

Melalui etalase digital ini, diharapkan tercipta budaya berbagi (sharing culture) di lingkungan kampus. Mahasiswa lain dapat menjadikan praktik terbaik ini sebagai referensi dan inspirasi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang kreatif dan berpusat pada siswa. Karya ini sekaligus menjadi salah satu luaran dari kurikulum Outcomes Based Education (OBE) di Progra m Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga. Diharapkan bahwa luaran ini mendukung pencapaian profil lulusan.

Mari terus berinovasi untuk memajukan pendidikan matematika Indonesia!

Modul Ajar: https://drive.google.com/file/d/1D4DWNo6-Drys0IX9vBDfBjMvn6MjA7ir/view