Perkuat Karakter Rahmatan lil Alamin, Prodi PIAUD UIN Salatiga Bedah Implementasi P5PPRA Berbasis Panca Cinta

SALATIGA – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Salatiga terus menunjukkan komitmennya sebagai pionir dalam merespons dinamika kurikulum pendidikan anak usia dini. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan webinar Tadarus PIAUD Sesi 2 yang mengusung tema “Implementasi P5PPRA Berbasis Nilai Panca Cinta di Bulan Ramadan: Mengembangkan Karakter Rahmatan lil Alamin”, Selasa (3/3).

Acara yang digelar secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber berkompeten di bidangnya dan diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, praktisi pendidikan, hingga pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Salatiga.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran UIN Salatiga, Dewi Wulandari, M.Sn., yang bertindak sebagai moderator, menegaskan pentingnya peran prodi dalam mengawal isu-isu strategis pendidikan. “PIAUD UIN Salatiga harus menjadi garda terdepan dalam merespons perkembangan kurikulum, salah satunya melalui internalisasi nilai Panca Cinta pada dimensi P5PPRA,” tuturnya saat membuka diskusi.

Inovasi Pembelajaran di Bulan RamadanHadir sebagai narasumber utama, Laila Muthoharoh, S.Pd.I., M.Pd. (Guru RA Al Murtadlo Pungkursari sekaligus pengurus Bidang Inkom IGRA Salatiga), memaparkan implementasi konkret nilai Panca Cinta yang telah dijalankan di lembaganya. Salah satu inovasi unggulannya adalah proyek “Pohon Kebaikan”.

“Selama Ramadan, peserta didik kami berikan tugas untuk melakukan aksi kebaikan. Setiap tindakan positif tersebut kemudian didokumentasikan dan ditempelkan pada pohon kebaikan sebagai bentuk apresiasi dan pengingat karakter mulia bagi siswa,” jelas Laila.

Selain itu, ia membedah proyek “Silaturahmi ke Tetangga”. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan adab bersosialisasi secara langsung, mulai dari etika mengucapkan salam hingga tata cara bertukar buah tangan (tali asih). Menurutnya, proyek-proyek ini menjadi jembatan efektif dalam membumikan nilai Panca Cinta secara organik pada diri anak.

Sinergi Trias Pendidikan dan Sertifikasi Ramah AnakLaila juga mengapresiasi langkah progresif Kementerian Agama dan IGRA dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif. Saat ini, sebanyak 31 RA di Kota Salatiga telah resmi menyandang sertifikat Sekolah Ramah Anak. Ia berharap capaian ini menjadi standar yang terus meluas hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Prodi PIAUD UIN Salatiga, M. Agung Hidayatullah, M.Pd.I., dalam closing statement-nya menekankan bahwa kunci keberhasilan pendidikan karakter terletak pada konsep Trias Pendidikan.“Implementasi Panca Cinta menuntut kolaborasi integratif antara sekolah, orang tua, dan peserta didik. Tanpa sinergi dari ketiga elemen ini, nilai-karakter tidak akan terinternalisasi dengan maksimal,” tegasnya.

Konsistensi Program PengabdianSekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan Tadarus PIAUD akan terus berlanjut. “Ini adalah komitmen konsisten kami untuk menyuplai program-program edukatif yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di masyarakat. Masih ada satu sesi lagi yang akan kami gelar sebagai penutup rangkaian Ramadan tahun ini,” ujarnya.

Kesuksesan acara ini juga didukung oleh kerja keras tim mahasiswa PIAUD UIN Salatiga, yakni Yuniza dan Sherfina, yang bertindak sebagai tim inti penyelenggara.


Official Account
Email: [email protected]
Instagram: @hmpsplauduinsalatiga
Tiktok: @hmpsplauduinsalatiga
Youtube: PIAUD UIN SALATIGAOfficial