
Pada hari Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Ahmad Dahlan UIN Salatiga, telah dilaksanakan kegiatan Open Space ke-4 HMPS PGMI dengan Tema: “Ruang Diskusi: Dari Ruang Kelas ke Ruang Baca untuk Generasi Kritis” dan mengangkat topik “Ketika Guru Kehilangan Keteladanan: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Wajah Pendidikan?”. Kegiatan Open Space ke-4 bertujuan untuk menjadi ruang bagi mahasiswa dalam bertukar pikiran, menyampaikan pendapat, serta membangun kemampuan berpikir kritis dalam melihat berbagai persoalan pendidikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melatih kemampuan berdiskusi dan public speaking mahasiswa sebagai calon pendidik.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Naziva Tuhfatul Atfal. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa Open Space merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama, berani menyampaikan pendapat, serta membangun pola pikir kritis sebagai calon guru. Ia juga menekankan pentingnya keteladanan guru dalam membentuk karakter peserta didik, sehingga calon pendidik tidak hanya perlu memahami cara mengajar, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap peran guru sebagai teladan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Ketua HMPS PGMI Aziz Wiratama. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kegiatan Open Space dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, aktif berdiskusi, bertukar gagasan, serta melatih kemampuan public speaking. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide dan argumentasi secara baik dan percaya diri sebagai bekal menjadi calon pendidik.

Memasuki sesi inti, pemaparan materi disampaikan oleh Qorina Zulnida Hidayah, S.Pd. dengan membahas persoalan keteladanan guru di tengah perubahan karakteristik peserta didik, khususnya Generasi Alpha. Pembahasan menyoroti pentingnya gerakan moral “Asah, Asih, Asuh” dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, inklusif, dan humanis. Selain itu, dibahas pula bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori atau hafalan, tetapi perlu diwujudkan melalui pembiasaan secara holistik. Dalam pemaparannya, turut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti krisis otoritas dan penghormatan serta tekanan administratif dan akademis yang dapat memengaruhi proses pendampingan karakter peserta didik. Materi kemudian mengarah pada konsep deep learning yang mencakup pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful. Selain itu, dijelaskan empat kompetensi yang perlu dimiliki guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mendiskusikan topik yang telah disampaikan. Setiap kelompok diberikan waktu untuk bertukar pendapat, menyampaikan argumentasi, serta menyusun hasil diskusi berdasarkan sudut pandang kelompok masing-masing. Setelah waktu diskusi selesai, setiap kelompok secara bergantian memaparkan hasil diskusinya di hadapan peserta lainnya. Pemaparan dilakukan seperti presentasi singkat yang dilanjutkan dengan tanggapan dan pertanyaan dari peserta lainnya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, menyampaikan argumentasi, berdiskusi, serta berbicara di depan umum.

Kegiatan Open Space ke-4 berlangsung secara interaktif dan partisipatif. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai pentingnya keteladanan guru, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah gagasan, menyampaikan pendapat, dan membangun perspektif bersama mengenai berbagai persoalan pendidikan. Demikian Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan Open Space ke-4 HMPS PGMI ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi atas terlaksananya kegiatan. Berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya

