Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Perdalam Teknik Jurnalistik melalui Kuliah Dosen Tamu

| | 0 Comments| 11:49 am|
Categories:

Salatiga — Program studi menyelenggarakan perkuliahan dosen tamu dalam mata kuliah Pengantar dan Bahasa Jurnalistik pada Kamis (23/4) di ruang K3.A3.303. Kegiatan ini menghadirkan Sitti Hadijah Binti Mappeneding dengan tema “Konsep 5W+1H dalam Berita dan Menyusun Teks Berita Arab yang Ideal”.

Dalam penyampaian materinya, narasumber menjelaskan bahwa struktur berita yang baik harus memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Setiap unsur memiliki fungsi penting dalam menyajikan informasi yang utuh dan mudah dipahami. Unsur “siapa”, misalnya, tidak hanya mencakup nama, tetapi juga identitas dan keterkaitan pihak yang diberitakan.

Narasumber juga menyoroti bahwa pada jenis berita tertentu, seperti ekonomi, beberapa unsur tidak selalu dijabarkan secara rinci dalam isi berita. Namun demikian, unsur tersebut tetap dapat ditampilkan secara simbolik, misalnya melalui penulisan tempat dan waktu pada bagian awal berita, sehingga tetap memenuhi kaidah penulisan berita yang ideal.

Selain itu, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kecepatan dalam publikasi berita. Jurnalis dituntut untuk segera menyajikan informasi setelah data terkumpul agar berita tetap aktual. Dalam konteks penerjemahan ke Bahasa Arab, narasumber menekankan pentingnya memahami konteks dan kaidah kebahasaan. Penyesuaian redaksi diperbolehkan selama tidak mengubah makna informasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan melibatkan mahasiswa dalam membaca teks berita berbahasa Melayu dan Arab serta menganalisis unsur 5W+1H yang terkandung di dalamnya.

Pada sesi diskusi, mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait tantangan dalam dunia jurnalistik, seperti manajemen waktu di tengah banyaknya tenggat serta sikap wartawan dalam menghadapi perbedaan informasi antara masyarakat dan pemerintah. Narasumber menegaskan bahwa jurnalis harus tetap objektif, mampu mengelola prioritas, serta menyajikan informasi berdasarkan fakta tanpa dipengaruhi emosi.

Perkuliahan diakhiri dengan penyampaian simpulan oleh dosen pengampu dan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan.